PASAR BUNGA WASTUKENCANA, RIWAYATMU KINI

SEJARAH PASAR BUNGA WASTUKENCANA

Menyandang sebutan Kota Kembang, Bandung dikenal sebagai salahsatu kota terindah di Indonesia, dijadikan tujuan wisata dan semakin berkembang juga dari tahun ke tahun dengan pembangunan infrastruktur serta tempat wisata yang membuat kota Bandung semakin bikin betah untuk ditinggali atau sekedar dikunjungi setiap liburan. Bandung kini sebagai kota yang diproyeksikan menjadi sebuat teknopolis percontohan dan smart city juga memiliki tantangan tersendiri untuk mempertahankan kearifan lokal dan cultural heritage yang justru menjadi salah satu daya tarik kota ini.

Walau belum pantas disebut sebagai cultural heritage, Kota Bandung memiliki sentra penjualan bunga yaitu Pasar Bunga Wastukencana yang sudah berdiri sejak tahun 1960-an. Posisinya sekarang merupakan pindahan dari Jalan Braga, seberang Toko Van Drop pada tahun 1954. Toko Van Drop kemudian berubah nama menjadi Gedung Landmark.

Dahulu kawasan Wastukencana belum seramai sekarang, hanyalah lahan kosong yang kumuh dan dikelilingi rawa. Belum ada kampus UNISBA & UNPAS. Barangkali pindahnya lokasi pasar bunga dari Braga ke Wastukencana menjadikan salahsatu faktor yang membuat ramai & berkembangnya daerah itu. Sejak berdirinya pada tahun 1960-an barulah diresmikan oleh Pemerintah Kota Bandung yang kala itu dipimpin oleh Walikota Ateng Wahyudi pada tahun 1987. Setelah itu dibentuk pula perkumpulan pedagang yang berasal dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi dan sekitarnya.

sumber foto | courtesy of https://sebandung.com/2014/12/pasar-bunga-wastukencana/

HAMPIR BUBAR

Menurut bandungbisnis.com, melalui salahsatu artikel yang diunggah pada tanggal 2 Januari 2013, pada waktu persemian, Pemkot Bandung mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang menyatakan ijin operasi Pasar Bunga Wastukencana hingga 20 tahun ke depan. Tahun 2008 SK yang sudah habis tersebut telah diperpanjang lagi untuk durasi 20 tahun kemudian, hingga 2028, menurut Herry Triono, mantan Ketua Koperasi Pasar Bunga Bandung.
Pada tahun 2013 sempat terhembus issue bahwa Pasar Bunga Wastukencana akan beralih fungsi menjadi hotel. Banyak kalangan yang menyayangkan kondisi ini. Saat ini tercatat ada 54 toko yang menempati area seluas 3000 meter persegi itu, banyak keluarga yang mengandalkan pemasukan utama dari bisnis jual beli bunga yang sudah berlangsung turun menurun dari orang tua mereka. Semoga di era kepemimpinan Kang Emil, para pelaku UKM Pasar Bunga Wastukencana dapat lebih diperhatikan.

Pendapatan per hari setiap pedagang adalah relatif, tergantung momen dan musim setiap tahunnya. Dari mulai awal tahun baru, musim pernikahan, imlek, idul fitri, hari ibu, hari natal dan lain-lain. Oleh karena itu segmen pembelinya pun beragam dari berbagai kalangan etnis, budaya, agama dan tingkatan ekonomi. Adapun harga bunga yang dijual berkisar mulai Rp.25.000,- hingga Rp. 3.000.000,- dari mulai bunga batangan hingga bunga papan ekslusif untuk berbagai kebutuhan diantaranya:

  • bunga mawar untuk pacar,
  • buket bunga wisuda,
  • table buket,
  • standing buket,
  • bunga papan ucapan duka cita/karangan bunga belasungkawa,
  • bunga papan ulang tahun,
  • bunga papan happy wedding,
  • bunga papan ucapan selamat dan sukses.
Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,